Media Berbagi

Beramal Jariyah Bangun Rumah Quran di Pulau Sabuntan

Rp 150.000

Donasi Terkumpul

86 hari

Sisa hari

Deskripsi

Rumah Quran Al-Munir yang berdiri pada tahun 2000 di pulau Sabuntan, Pulau paling timur dari kepulauan Madura, dengan di kekelilingi pohon bakau.

Pulau Sabuntan berjarak ratusan kilometer dari keramaian kota Sumenep dengan waktu tempuh menggunakan kapal diperkirakan 23 jam dan diperkirakan menghabiskan biaya Rp.285.000 untuk sampai ke pulau Sabuntan.

Penduduk di pulau Sabuntan mayoritas mata pencahariannya adalah nelayan, dengan rata-rata ekonominya ke bawah.

Rumah Quran Al Munir berupa rumah panggung yang terbuat dari kayu yang saat ini sudah bolong-bolong lantainya dan dindingnya tampak rapuh. Ditunjang lagi di pulau sabuntan sering terjadi banjir Rob ( air laut pasang yang naik hingga ke daratan ).

Rumah Quran ini hasil wakaf dari sesepuh pulau sabuntan. Dulu rumah quran ini dipakai warga buat sholat fardu berjamaah juga, tapi karena saat ini kondisi bangunan tidak memungkinkan bila dinaiki orang banyak, maka saat ini hanya di pakai buat ngaji dan belajar quran setiap sore oleh anak-anak saja, itupun dibagi waktunya menjadi beberapa sesi, agar tidak banyak anak-anak yang menaiki bangunan ini secara bersama-sama, takut rubuh lantainya kata Pak Munir pengasuh di rumah quran Al Munir.

Warga sebenarnya sudah berinisiatif buat merenovasinya tapi karena ekonomi warga yang pas-pasan dan harga bahan yang mahal, karena harus didatangkan dari sumenep madura. Maka itu hanya menjadi angan – angan saja.

“ Harapan Saya dan warga di pulau sabuntan, agar rumah quran Al Munir bisa dibangun permanen, menjadi musholla agar bisa dipakai buat sholat lima waktu juga oleh warga disini dan anak-anak bisa mengaji dengan nyaman, tidak kuwatir bangunan rubuh yang bisa mencelakai anak-anak“

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah 261 yang artinya "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang dikehendaki dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."

Asrama santri putra ini kalau air laut sedang pasang, tiang pondasi asrama ikut terendap air laut jadi hanya terlihat bangunan asrama diatasnya saja.

“disini sering ada banjir ROB yaitu pasangnya air laut hingga membanjiri daratan, kalau sudah gitu semua santri dipulangkan atau diungsikan ke rumah-rumah warga yang lebih aman” Ujar Ust Sumardi pengasuh di pondok tersebut.

 

Berikut pula kamar mandinya santri putri yang sudah rusak tembok-temboknya dan atapnya, terlebih lagi kamar mandi santri putra yang hanya ditutupi kain terpal plastik saja, untuk buang air besar mereka harus ke hutan bakau di pesisir pantai.

“Kami sebenarnya kuwatir dengan keadaan asrama seperti ini, tapi ada daya Kami yang belum mampu membangunkan kamar mandi dan asrama santri putra dan merenovasi asrama dan kamar mandi santri putri” kata Ust Sumardi

Kami sudah usahakan meminta bantuan dari pihak lain tapi hasilnya masih nihil.

Kami sangat mengharapkan ada orang-orang dermawan atau pihak lain bisa membantu membangunkan dan merenovasi Pesantren Rahmatul Ulum.

***

Dukungan kalian dapat disalurkan melalui:

1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"

2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan

3. Pilih metode pembayaran

4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu

Kabar terbaru

Kabar Terbaru

Belum ada kabar terbaru di program ini

Donatur

BI
Bilqis

1 bulan yang lalu

Rp100.000
HA
Hamba Allah

2 bulan yang lalu

Rp50.000

Fundraiser

Donatur

Ayo ikutan berkontribusi pada program ini dengan menjadi fundraiser