Media Berbagi

Dibutuhkan Mendesak! Bangun Masjid untuk Santri Yatim Desa Bara NTB

Rp 0

Donasi Terkumpul

119 hari

Sisa hari

Deskripsi

RAMADHAN sudah di depan mata. Masyarakat di sekitar Pesantren Hidayatullah yang berada di pedalaman Jalan Lintas Sumbawa, Desa Bara, Kecamatan Woja, Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pun sudah bersiap menyambut program pembinaan dari para ustadz di bulan suci tersebut. 



Namun, mereka tak bisa menikmati ibadah Ramadhan seperti yang mereka harapkan. Pasalnya, masjid di lokasi pesantren itu masih dalam proses dibangun. 


Namanya Masjid Al-Ihsan. Tempat ini menjadi pusat kegiatan ibadah dan pembelajaran Al-Qur’an. Namun, seiring waktu, bangunan lokal sederhana dari kayu ini tak lagi cukup mampu menampung jamaah. 

Masjid ini memang terbuka untuk masyarakat di sekitar pesantren. Apalagi tak ada lagi pesantren yang mudah dijangkau oleh masyarakat woja selain pesantren hidayatullah. Itulah kemudian yang menjadikan masjid ini amat penting keberadaannya. 

Warga pun berharap masjid Al Ikhsan dapat dibangun kembali yang tidak saja sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat pengembangan ilmu, pusat kebudayaan Islam, dan pusat pengembangan karakter.

"Atas harapan dan dukungan masyarakat itulah menjadi penyemangat kami untuk memulai pembangunan masjid di lokasi ini," kata Ustadz Abdul Haris. 

Ustadz Abdul Haris mengemban tugas sebagai dai yang di pundaknya terpikul amanah yang tidak ringan untuk membangun masjid Al Ihsan. 

Masyarakat berharap agar di sekitar pemukiman mereka bisa dibangunkan masjid sebagai wadah pembinaan kepada mereka dan anak-anaknya.

Di sisi lain, masyarakat pun mendambakan adanya wadah pendidikan agama buat anak anak muda generasi mereka di Kecamatan Woja yang terbilang masih langka pembinaan keagamaan. Sehingga warga sangat berharap agar di lahan yang luasnya sekitar 2 hektar ini bisa berdiri pesantren yang diawali dengan pembangunan masjid.

"Kami sangat berharap agar masjid ini nantinya menjadi pusat peradaban Islam di Dompu khususnya di kecamatan Woja ini," kata Abdul Haris.


Abdul Haris pun mengaku belum dapat menerima santri yang didaftarkan orangtuanya untuk didik di sini, karena keterbatasan yang ada tersebut. 

Tokoh masyarakat Desa Bara, Akhyar S.Pd, menyambut antusias pembangunan masjid Al Ikhsan dan berharap pelaksanaan pembangunan masjid segera terbentuk dan selesai sehingga masjid ini dapat memberi pengaruh yang baik bagi masyarakat di sekitarnya.  


"Sekali lagi kami berharap dan berdoa kepada Allah mudah mudahan dibukakan jalan untuk mendapatkan biaya dalam rangka pembangunan masjid ini," harap Pak Akhyar yang tinggal dekat di Pesantren Hidayatullah Dompu ini. 

Baik Ustadz Haris dan Pak Akhyar serta masyarakat pedalaman Desa Bara, Kecamatan Woja, Dompu, mendambakan masjid Al Ikhsan dapat segera terbangun dan kelak menjadi pusat dakwah dan kegiatan pendidikan umat. 

Spesifikasi masjid ini dapat menampung 500 jamaah dengan luas total sekitar 16 x 16 m2 yang melibatkan tenaga pertukangan dari masyarakat setempat dengan ongkos harian. Diantara sudah melakukan pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah dan urugan, dan pekerjaan pondasi.

Setelah itu, akan ada pekerjaan stuktur, pekerjaan dinding, pekerjaan plafond, pekerjaan kamar mandi/wc dan aksesoris, pekerjaan kusen, pintu, jendela, pekerjaan instalasi listrik, dan lain sebagainya. 


#OrangBaik, mari kita peluk anak generasi muda pedalaman Desa Bara agar mereka kelak menjadi cahaya bagi agama dan negeri yang tumbuh dan besar dalam bingkai lingkungan masjid.

Selain mendoakan serta berdonasi, Anda juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut membantu pembangunan Masjid Al Ihsan.


Kabar terbaru

Kabar Terbaru

Belum ada kabar terbaru di program ini

Donatur

Donatur

Jadilah donatur pertama di program ini

Fundraiser

Donatur

Ayo ikutan berkontribusi pada program ini dengan menjadi fundraiser