Media Berbagi

Pahala Jariyah Bangun Sumur Dusun Bahoro

Rp 4.305.374

Donasi Terkumpul

9 hari

Sisa hari

Deskripsi

Dusun Bahoro terletak di desa Sumberharjo. Penduduknya mayoritas sebagai buruh tani dan buruh bangunan, dengan jumlah penduduk 105 KK. Dusun ini merupakan daerah salah satu yang bisa di kategorikan dusun tertinggal karena letaknya di daerah yang gersang.

 

Permasalah utama di dusun ini adalah air, terutama air bersih. Bisa di katakan dusun Bahoro adalah daerah tandus, apalagi dimusim kemarau, untuk mencari air tak jarang penduduk disini mencari air disumur sumur yg masih ada airnya, bahkan ada yang mencari di tetangga desa sebelah.

 

Bagi seorang muslim, air tak hanya untuk memasak, minum, masak, dan mencuci, tetapi juga berwudhu untuk mensucikan diri sebelum beribadah.

 

 

“Kami sering tak mandi dan tidak mencuci pakaian sampai 3 hari berturut-turut. Karena air tak cukup, kami harus berhemat dan menggunakannya untuk kebutuhan yang lebih mendesak seperti minum, masak, dan berwudhu…” ucap salah satu warga yang bernama Mbah Darsiman (70).

 

“Disini air seperti barang mewah jika sudah memasuki musim kemarau. Bahkan saat musim hujan, di desa kami tetap saja kering. Setiap tahun musim kemarau disini lebih lama dari pada daerah-daerah lainnya”.

 

 

Mbah Darsiman yang sudah lansia ini harus berjalan berlahan dengan memikul ember dari Sumur tua ke rumahnya yang berjarak 500 meter buat memenuhi kebutuhan air dirumahnya, walaupun itu hanya cukup buat wudhu.

 

Salah satunya yang terdampak juga adalah Pesantren Raudlotul Athfal ini berdiri pada tahun 1998, ketersediaan sumber air menjadi kendala bagi para santri, Tiap pagi sebelum kegiatan, para santri menyiapkan peralatan untuk mengisi bak penampungan air bersih dari sumber di Sumur tua. Yang letaknya sekitar _+ 1 km an dari Pondok.

 

 

 

Terik matahari bukan menjadi penghalang bagi mereka, yang penting bagaimana mereka bisa mendapatkan air bersih sehingga bisa wudhu dan Kembali menghafal al-Qur’an.

 

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pondok Pesantren Raudlotul Athfal terpaksa para pengurus pesantren membeli air tangki dari kota Bojonegoro yang harganya lumayan mahal. Inilah gambaran yang dialami oleh puluhan santri di Pesantren Raudlotul Athfal dusun Dusun Bahoro Bojonegoro.

 

Dalam sebuah hadits dari Sa’ad bin ‘Ubadah radhiallahu’anhu, ia berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu saya telah meninggal. Bolehkah saya bersedekah atas nama beliau?”. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab: “Boleh”. Sa’ad bertanya lagi: “Sedekah apa yang paling utama, wahai Rasulullah?”. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab: “Sedekah berupa air”

(HR. An Nasa’i no.3666, dihasankan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).

Kabar terbaru

Kabar Terbaru

Belum ada kabar terbaru di program ini

Donatur

HA
Hamba Allah

1 minggu yang lalu

Rp100.000
HA
Hamba Allah

1 minggu yang lalu

Rp30.000
HA
Hamba Allah

2 minggu yang lalu

"Semoga bermanfaat.. Barakallah untuk semua yang telah terlibat"

Rp300.000

Fundraiser

Donatur

Ayo ikutan berkontribusi pada program ini dengan menjadi fundraiser